JODOH


    Akhir-akhir ini gue dihadapkan pada satu trouble yang sangat jahiliyah. Trouble seputar apakah orang yang gak punya pacar disebut jomblo atau single. Buat sebagian pemikir ideologi perpacaran, single jelas punya kasta lebih tinggi daripada jomblo. Tapi buat gue sama aja, mau jomblo atau single tetep aja sama-sama gak punya pacar.

 
Dari sini cerita dimulai.
 

    Single, jomblo dan gak punya pacar adalah kembar siam yang serupa, sama, tapi berbeda nama. Banyak orang yang memproklamirkan bahwa mereka single, padahal secara harfiah mereka itu jomblo. Mengaku-ngaku model begini buat gue hal yang wajar. Semua orang yang gak punya daya sekalipun bisa ngelakuin ini. Contoh konteks lain, misalnya gue ngaku kalo gue ini ganteng. Cuma ngaku-ngaku doang. Bisa aja kan pengakuan gue ini cuma bercanda, gantengnya gue gak serius.

 

    Kembali ke substansi single, jomblo dan gak punya pacar. Gue sering dibully sama temen-temen gue di dunia maya cuma perkara gue gak punya pacar. Kadang lucu, gak punya pacar di zaman sekarang gak beda kayak gue ngelakuin kejahatan perang Genosida. Iya, jomblo dan single akan rendah harkat dan martabatnya di mata mereka yang sudah berpangkat punya pacar. Semacam anak tiri yang diasingkan di cerita drama sinetron tahun 90an.

 
Sinetron?. Hufft.
 

    Buat sekarang gue gak terobsesi punya pacar, karena pola pikir gue yang sekarang udah gak didoktrin tentang keharusan punya pacar. Yups, melainkan jodoh. Tujuan mereka yang udah punya pacar dan yang belum punya pacar pasti meruncing ke satu kata ini. Buat apa cuma menggiring-giring bola tanpa menciptakan gol?. Untuk apa nonton beritanya Eyang Subur tanpa akhir klimaks yang jelas?. Tapi ah, kenyataannya banyak orang yang udah lama pacaran ujung-ujungnya putus juga. Mungkin mereka tersesat dan tak tau arah jalan pulang, mungkin.

 
Jodoh?. Duh.
 

    Gue punya sahabat yang punya pola pikir banyak persamaan sama gue. Contohnya, gue suka gado-gado yang dikaretin dua, dia juga. Gue suka sama cewek berjilbab tapi yang bajunya gak ketat, dia juga. Gue suka boneka santet, dia juga hahaha. Sampai tiba masa itu, gue diskusi ringan sama dia perihal jodoh. Buat gue, jodoh itu rahasia Tuhan. Ini udah jadi ketetapan gue jauh sebelum adanya berita RUU santet beredar. Tapi dia beda, buat dia jodoh adalah apa yang kita usahakan, bukan semata-mata pemberian dari Tuhan. Dia beralasan, selama kita yakin dan berusaha, kita bisa mendapatkan jodoh yang kita inginkan. Mungkin inilah titik di mana gue sama dia beda pola pikir. Gak apa-apa, beda pendapat bukan alasan untuk renggang. Buat gue sahabat adalah yang bisa nerima tanpa ada satu syarat mutlak. Toh, perbedaan pendapat diantara dua sahabat bukan perkara seberat penistaan agama šŸ™‚

 
Tapi kadang sahabat ngeselin sih, issshh!!
 

    Uraian jodoh adalah rahasia Tuhan. Buat gue pribadi, kita gak pernah tau apakah kelak suami, istri, atau pacar kita saat ini adalah benar-benar soulmate atau jodoh kita. Gue merujuk ke kitab suci yang selalu gue anggep pembenaran, bahwa Tuhan pasti menciptakan manusia berpasang-pasangan. Iya, selama botol kecap masih dijamin berpasangan dengan tutup botol, selama itu juga gue bakal adem ayem gak khawatir sekarang belum punya pasangan hahay.

7
 

    Yang jadi masalah, apakah kita bisa menemukan belahan jiwa atau jodoh kita?. Apakah gue berjodoh dengan tutup botol kecap?. Dan apakah Eyang Subur akan berjodoh dengan istri yang kesembilannya?. Yang jelas, kita mungkin gak sadar kalau jodoh kita sebenernya adalah orang yang selama ini ada didepan kita, tapi kadang kita terlalu ‘sibuk’ mencari bahkan sampai ke belahan dunia yang berbeda sekalipun. Emang sih gak ada salahnya kalau kita berusaha mendapatkan orang yang kita inginkan. Tapi kadang kita terlalu optimis dan lupa ada XFactor faktor X, iya kekuatan ilahiyyah (Ketuhanan) yang sangat menentukan dalam proses pencarian kita.

 
Mudah-mudah jodoh gue bukan tutup botol kecap.

Iklan

2 responses to this post.

  1. hahay,,kepikiran juga lau,megang predikat jomblonya kelamaan??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: