Indahnya Berbagi Kebahagiaan.


     Gue tipe orang yang maniak terhadap sejarah. Entah itu sejarah nasional sampai sejarah dunia. Oiya, latar belakang gue menentukan kecintaan gue akan pelajaran sejarah. Dulu, pas SMA gue ngambil jurusan IPS. Iya, didalamnya udah jelas berkecimpung pelajaran sejarah. Gue anak IPS, suka sejarah. Mungkin ini kambing hitam gue susah move on dari masa lalu. Ciaaaaaat!

Daripada anak IPA, katanya belajar ilmu pasti, tapi di kehidupan nyata sering dapat yang gak pasti. Hu hu hu..

 

     Malam ini sebelum ngeblog, gue bercinta dulu baca buku sejarah kelas 3 SMA. Mulai dari Peristiwa Rengasdengklok, Agresi Militer Belanda, Gestapu, Politik Glanost dan Perestorika-nya Mikhail Gorbachev, sampai Politik Apartheid di Afrika selatan. Buku sejarah kelas 3 SMA?. Bas…bas…. Move on kali.

 

     Sampai akhirnya gue dapet inspirasi nulis. Berawal dari proses bercintanya gue dengan buku sejarah, saling tatap-tatapannya mata gue dengan monitor yang kadang diselingin dengan sesuap nasi goreng -karetnya dua- yang terombang-ambing di mulut gue, gue mau nulis tentang cerita singkat kepedulian Bill Gates dan istrinya.

 
FYI: Bill Gates dan istrinya -Melinda- membentuk sebuah badan amal dengan nama The Bill & Melinda Gates Foundation.
 

     Oiya, gue bukan buzzer dari Bill Gates, gak ada unsur promosi apalagi kekeluargaan. Gue kenal dia, tapi dia gak kenal gue. Cuma share aja, gak lebih. Gantung gue di Monas kalau gue bohong!

 

     The Bill & Melinda Gates Foundation menyediakan donasi senilai 27 dollar AS untuk kegiatan sosialnya dengan memusatkan sumbangan tersebut pada kesehatan global dan isu-isu pembelajaran.

 

     Sejak awal, Bill dan sang istri sepakat bahwa uang mereka tidak dijatahkan atas dasar cari pengakuan atau tepuk tangan orang lain yang mungkin saja telah mereka terima, tidak juga atas ras, warna kulit atau iman penerima derma. Namun, uang tunai itu akan disalurkan untuk kebutuhan yang paling vital, untuk kelangsungan hidup itu sendiri dari manusia di seluruh dunia.

 

     Atas dedikasi dan kemurahan hati yang tak tertandingi itu, Time membalas Bill Gates dengan gelar sebagai salah seorang dari seratus tokoh paling berpengaruh saat ini. Gak jelas kenapa Melinda tidak disertakan di dalamnya. Padahal, kalau saja istri Gates itu dari jenis istri kebanyakan otokrat dalam sejarah, dollar bermilyar-milyar itu mungkin tidak mengalir ke orang miskin dan terinfeksi HIV tapi untuk membangun singgasana pribadi.

 

“Untuk dapat bahagia, buatlah orang lain berbahagia”
CREED

Iklan

2 responses to this post.

  1. ohhhh lo anak IPS suka sejarah…
    gue Anak IPS suka bolos…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: